Category Archives: inspirasi

Cari Ide Karena Kebanyakan Ide

Sebagai anak muda, jangan pernah menganggur!
Teruslah bekerja, berkarya, dan berprestasi…!

Bekerja apa Mas?
Hari gini, banyak orang di-PHK.

Dunia ini tidak sempurna. Karena itu pasti banyak pekerjaan bagi kita. Mari ikut serta berpartisipasi “menyempurnakan” dunia yang tidak pernah sempurna.

Dengan padangan semacam itu, niscaya pengangguran berkurang. Jangankan menganggur, bahkan seorang pemuda kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya.

Saya juga mengalami hal yang mirip. Saat ini, saya kebanjiran ide. Karena itu saya akan jalan-jalan dulu mencari ide.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Pendengar Aktif

Baru satu atau dua kata saya bercerita, Dul sudah menanggapi dengan satu atau dua kalimat. Berlanjut lagi dengan satu atau dua paragraf dari Si Dul.

“Diam…dulu Dul!” tegur Kak Ahya.

Si Dul tidak peduli. Si Dul terus menceritakan imajinasinya yang terpicu oleh satu atau dua kata cerita saya.

“Dul…kita itu akan mendengarkan cerita dari Ayah. Makanya diam dulu!” Kak Iva ingin menegur.

Dasar Si Dul, terus saja ia bercerita dan bercerita.

“Hahaha…Dul…Dul…Dul…kamu itu memang anak kreatif. Kakak-kakak kamu itu juga kreatif. Dulu waktu mereka seumurmu juga seperti kamu,” sela sang Ayah, saya maksudnya.

Seorang anak – atau manusia dewasa – yang mendengarkan kisah tidak akan pasif. Otak mereka aktif memproduksi berbagai macam imajinasi. Cerita adalah sekedar pengantar. Tetapi kreativitas dalam imajinasi anak-anak kita ini menjadi jauh lebih penting lagi.

Saya dan Tim APIQ menciptakan berbagai macam cerita. Salah satu cerita yang menyentuh adalah petualangan TUAN SATria yang berhasil menyapu medali emas dalam lomba panah tiga tahun berturut. Kemudian perjumpaan – dan cinta – TUAN SATria dengan PUtri LUHAN. Berlanjut dengan kisah tiga anak kembar.

Cerita di atas adalah sekedar cerita. Tetapi imajinasi kreatif anak-anak kita akan menjadi tumbuh sumbur. Belum lagi sebagai bonus dari cerita di atas adalah anak-anak menjadi dapat berhitung cepat pangkat 3 (kubik) secara langsung.

Alur cerita TUAN SAT dengan PUTri LUHAN adalah algoritma aritmetika berhitung cepat pangkat tiga (kubik). Jadi anak-anak belajar berhitung cepat pangkat 3 melalui permainan cerita kreatif.

Kisah dan algortima ini juga merupakan salah satu – dari beberapa – inovasi APIQ di bidang pembelajaran Matematika Kreatif. Semoga bermanfaat.

Mari kita majukan pendidikan Inodensia…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Seberapa Besar Ukuran Kantong Anda?

Judul dari tulisan ini memang sebuah pertanyaan. Masing-masing dari kita silakan menjawabnya: seberapa besar ukuran kantong kita?

Kantong apaan nih…?

Ya kantong uang lah…!

Mengapa bertanya urusan kantong uang?

Ya karena ada hubungannya dengan uang!

Setiap orang memiliki kantong yang ukurannya berbeda-beda. Ada yang ukurannya kecil, sedang, dan ada yang besar. Yang ukurannya kecil hanya mampu menampung sejumlah kecil muatan. Yang ukurannya besar tentu dapat menampung lebih banyak muatan.

Rejeki, rahmat, atau uang di dunia ini berlimpah. Seberapa banyak yang kita peroleh bergantung kepada ukuran kantong kita masing-masing. Yang kantongnya kecil ya dapat kecil.

Bagaimana bila kantong kecil dipaksakan untuk menampung uang yang banyak, yang melebihi daya tampungya?

Kita tahu pasti jawabannya.

Uang itu akan tumpah ke mana-mana.
Atau bila dipaksa agar uang itu tidak tumpah maka kantongnya dapat jebol…rusak.

Jadi bagaimana caranya agar kita dapat uang lebih banyak?
Perbesar kantong kita!

Bagaimana cara kita memperbesar kantong kita?
Tingkatkan kualitas diri kita. Kualitas kerja, kualitas komunikasi, kualitas penampilan dan kualitas-kualitas penting lainnya.

Bila kualitas diri kita meningkat maka kantong diri kita juga meningkat. Urusan rejeki dan uang akan mengikuti.

Bagaimana dengan kantong APIQ?

Alhamdulilah, saat ini kantong APIQ terus berkembang berkat banyak dukungan dari masyarakat Indonesia. Saat ini APIQ telah memiliki 5 Cabang APIQ di Jakarta dan 3 lokasi APIQ di Bandung.

Mengapa APIQ tidak segera bertambah lebih banyak lagi?

Ukuran kantong APIQ memang baru seperti itu. Kami terus memperbaiki diri. Meningkatkan kualitas pelayanan, sistem manajemen, sistem pelatihan dan lain-lain. Peningkatan kualitas APIQ ini secara alamiah juga akan diikuti berkembangnya ukuran kantong APIQ. Pada gilirannya APIQ akan semakin berkembang.

Namun demikian kami merencanakan tidak akan terlalu banyak membuka cabang APIQ dalam waktu dekat ini. Kami akan membatasi sejumlah tertentu. Kemudian kami tidak akan menambah cabang APIQ lagi. Kami akan lebih fokus meningkatkan kualitas APIQ di seluruh cabang.

Jadi, seberapa besar ukuran kantong Anda?

Tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk mendapat penghasilan lebih banyak…cukup…mari kita tingkatkan kualitas diri kita. Penghasilan…akan mengikutinya.

Bagiamana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Antara Kesalahan Malaikat dan Kebenaran Iblis

Terjadi dialog penting pada jaman dahulu kala.

“Aku akan ciptakan manusia sebagai pemimpin di bumi.”
“Apakah Tuhan akan menciptakan manusia yang kerjanya hanya berperang saling menumpahkan darah?” para malaikat mengajukan keberatan.

“Wahai malaikat, coba sebutkan nama-nama benda-benda itu semua!” perintah Tuhan.
“Maha Suci Engkau Tuhan… Kami tidak mengetahui apa pun kecuali apa-apa yang telah Engkau ajarkan,” para malaikat mengakui kesalahan dan kelemahannya.

“Hai Adam – manusia pertama -, coba kau sebutkan nama-nama benda-benda itu semua,” perintah Tuhan.

Dengan lancarnya, Adam menyebutkan semua nama-nama benda tersebut.

Kemudian Tuhan memerintahkan para penghuni surga untuk memberi penghormatan kepada Adam dengan bersujud. Para malaikat langsung bersujud menghormat Adam.

Tetapi para iblis, yang telah lama menghuni surga, tidak mau bersujud kepada Adam. Iblis berargumentasi,

“Kami tidak mau bersujud kepada Adam. Engkau ciptakan Adam dari tanah. Sedangkan Engkau ciptakan kami dari api.”

Argumentasi iblis memang benar. Mereka tercipta dari api sedang Adam tercipta dari tanah. Iblis berpikir bahwa api lebih mulia dari tanah. Seharusnya Adam yang bersujud kepada iblis bukan sebaliknya, pikir iblis.

Iblis tetap membanggakan asal ciptaannya yang dari api. Meski pun pembangkangan itu menyebabkan sang iblis harus terusir dari surga. Iblis tetap sombong.

Ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas. Bagi saya, pelajaran yang terpenting adalah malaikat saja bisa salah apa lagi kita manusia. Tetapi kehebatan malaikat, mereka mau segera memperbaiki kesalahannya itu. Salut untuk para malaikat.

Saya sendiri selama merintis dan mengembangkan APIQ pasti banyak kesalahan – sengaja atau tidak. Mohon kiranya teman-teman memberi maaf kepada kami. Dan mohon dukungannya agar kami, APIQ, dapat terus memperbaiki diri sehingga dapat memberi manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

Pelajaran kedua, kebenaran tidak sepantasnya mengarah ke kesombongan. Iblis sendiri benar dengan argumennya bahwa ia tercipta dari api. Tetapi kesombongan iblis membuatnya terjerumus kepada tindakan yang salah – tidak menghormati Adam.

Saya di APIQ senantiasa konsisten membela kebenaran. Bagaimana pun kami berlindung kepada Tuhan dari tindakan sombong – sebagaimana kesombongan iblis. Semoga kita selalu dapat saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. “Tuhan…lindungilah kami dari tindakan-tindakan yang tidak terpuji.”

Pelajaran ketiga, kesalahan dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketika sadar bahwa hal itu salah maka segeralah memperbaiki diri. Malaikat segera memperbaiki diri. Tetapi iblis justru tidak memperbaiki diri. Iblis malah mengumbar argumen membela diri.

Di APIQ, tentu kami pernah melakukan kesalahan. Kami berkomitmen untuk segera memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Kami menjadikan setiap temuan adalah peluang inovasi memperbaiki diri. Sehingga moto APIQ adalah Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif.

Saya sendiri menulis blog selalu terbuka terhadap masukan-masukan dari siapa saja. Semangat saya adalah untuk menerima berbagai masukan dari segala arah. Masukan-masukan inilah yang semakin membantu inovasi-inovasi APIQ.

Mari bulatkan tekad untuk memajukan pendidikan Indonesia…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Berani Gagal atau Tidak Pernah Gagal

Berani gagal sering kita lekatkan pada orang-orang yang pantang menyerah mengejar cita-citanya. Gagal adalah hal yang biasa. Gagal adalah petunjuk pasti bahwa kita semakin dekat dengan cita-cita, sukses, atau impian.

Bukan berapa kali Anda sukses, bukan berpa kali Anda gagal, tetapi yang terpenting adalah berapa kali Anda bangkit dari kegagalan. Setiap kita bangkit dari satu kegagalan maka diri kita bertambah kuat, bertambah matang, semakin dewasa.

Jadi, apa yang perlu ditakutkan dari kegagalan?

Tidak ada!

Berani gagal… berani gagal… hasilnya…sukses!

Saya sendiri bukan tipe orang yang berani gagal. Lalu mengapa saya menyarankan agar orang berani gagal?

Saya merintis APIQ sejak tahun 2000-an, tahun milenium. Saya banyak memberi nama produk-produk APIQ dengan nama milenium: onde milenium, kartu milenium, dadu milenium, kubus milenium, dan lain-lain.

Tapi sampai sekarang, tahun 2009, apakah APIQ sudah sukses?
Pasti APIQ banyak mengalami kegagalan?
Pasti saya termasuk orang yang berani gagal!

Tidak. Saya tidak termasuk orang yang berani gagal. Tapi saya termasuk orang yang tidak pernah gagal. Jadi saya adalah tipe kedua: tidak pernah gagal.

Sesuai judul tulisan ini, saya menyarankan kepada Anda untuk memilih menjadi orang yang “berani gagal” atau “orang yang tak pernah gagal”.

Mengapa saya tidak pernah gagal?

Saya selalu menilai setiap kejadian adalah kejadian yang wajar untuk mencapai kematangan. Tidak pernah ada kejadian kegagalan. Setiap kejadian adalah tahapan untuk lebih dekat kepada cita-cita mulia.

Semoga sukses selalu untuk Anda!

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Silakan kunjungi juga:
http://apiqquantum.wordpress.com
http://apiq.blogdetik.com