Category Archives: apiq

Video Matematika Anak Tampil Mempesona

Tak terasa Paman APIQ dan anak-anak tim APIQ sudah menyelesaikan syuting sampai episode 13. Paman APIQ terus menegaskan pentingnya konsistensi dan inovasi berkelanjutan.

Episode 9 merupakan salah satu episode paling seru. Anak-anak bermain berhitung cepat kuadrat. Bahkan anak TK pun dapat bermain kuadrat sampai ribuan. Apalagi permainan persegi milenium, membuat anak-anak kita paham benar makna kuadrat dan akar.

Anak-anak memang selalu tampil mempesona.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kreatif dan Berprestasi

APIQ Gen Kreatif

APIQ Gen Kreatif
APIQ Generasi Kreatif
APIQ Genius Kreatif

Saat-saat Paling Menentukan: Berapa Kali Anda Bangkit?

Berapa kali Anda gagal?
Berapa kali Anda terjatuh?
Berapa kali Anda terpuruk?

Perntanyaan yang lebih penting adalah bukannya “berapa kali Anda terjatuh” tetapi “berapa kali Anda bangkit dari kejatuhan itu.”

Semakin sering kita terjatuh maka akan semakin sering peluang kita untuk bangkit. Bukankah begitu? Setiap orang bisa saja aman tidak terjatuh dari apa pun. Caranya sangat mudah: jangan pernah mencoba sesuatu.

Anda tidak akan pernah jatuh. Anda tidak akan pernah gagal dengan cara tidak pernah mencoba. Tetapi di saat yang sama, Anda juga tidak akan pernah berhasil. Bahkan Anda juga tidak punya peluang untuk sukses – sekecil apa pun.

Jadi menurut saya, yang terpenting bukan berapa banyak kita pernah jatuh. Tetapi berapa banyak kita bangkit. Berapa banyak kita menjadi lebih tangguh dari sebelumnya. Berapa banyak kita belajar dari kejadian itu.

Mari terus maju…!

Saya sendiri di APIQ banyak mencoba berbagai model pembelajaran dari tahun 2000. Di antara model itu banyak berhasil. Banyak pula yang “gagal”. Tidak masalah. Model-model yang gagal membuka peluang bagi kita untuk terus berinovasi. Terus kita perbaiki….jadilah sebuah inovasi baru.

Model-model bisnis APIQ juga terus kami kembangkan. Satu model mungkin saja sangat berhasil di satu kesempatan. Tetapi gagal di kesempatan yang lain. APIQ terus menyempurnakan bentuk model bisnisnya. Terus berinovasi…untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Teknik Cara Berhitung Cepat Akar Kuadrat dengan Matematika Kreatif APIQ

Banyak cara untuk menentukan akar kuadrat dari suatu bilangan. Dari banyak cara ini, kita perlu memilih mana yang paling tepat dan sesuai bagi kita atau anak-anak kita.

Kami di APIQ terus mengadakan riset bagaimana cara yang paling asyik untuk menghitung akar kuadrat. Kami, APIQ, berbahagia karena telah menemukan cara menghitung akar kuadrat dengan permainan. Anak-anak usia dini, usia 4 atau 5 tahun, dapat memainkan permainan APIQ ini dengan bonus dapat menghitung akar kuadrat.

Mari kita coba pelajari berbagai macam cara menghitung akar kuadrat.

1. Cara coba-coba. Ini adalah cara paling umum untuk menyelesaikan hitungan akar kuadrat. Cara ini sangat cocok bagi anak-anak, kita, yang telah lancar menghitung kuadrat atau perkalian.

Misal kita akan menghitung akar (kuadrat) dari 64.

Maka kita coba 5×5 = 25 (terlalu kecil).
Coba 9×9 = 81 (terlalu besar).
Coba 7×7 = 49 (terlalu kecil).
Coba 8×8 = 64 (betul).

Jadi kita peroleh akar 64 adalah 8.

2. Cara faktorisasi. Cara ini cukup menarik dan taktis. Misal, berpakah akar dari 64?

Maka 64 = 2×32 = 2x2x16 = 4×16
Maka
akar 64 = akar 4 x akar 16
= 2 x 4
= 8 (Selesai).

Cara faktorisasi ini sangat berguna sampai pelajaran matematika tingkat tinggi. Ketika duduk di bangku SMA, kita sering menggunakan cara faktorisasi. Ketika kuliah kalkulus, kita juga sering menggunakan cara faktorisasi.

Misal, berapa akar dari 72?
Maka
72 = 9×8 = 9x4x2
Jadi akar 72 = 3x2x akar 2
= 6akar2 = 6√2.

3. Cara pendekatan. Cara ini adalah variasi dan lanjutan dari cara coba-coba. Setelah berlatih beberapa kali, kita akan sangat mahir dengan cara ini. Cara pendekatan ini sangat dahsyat untuk menghitung akar yang nilainya cukup besar.

Misal, berapakah akar dari 1681?

Pendekatan paling masuk akal adalah 40×40 = 1600.

Karena satuan dari 1681 adalah 1 maka satuan dari akarnya tentu 1 atau 9. Dalam hal ini kita memilh 1. (Mengapa?).

Jadi kita peroleh jawaban 40+1 = 41

Misal, berapakah akar dari 3364?

Pendekatan paling masuk akal adalah 50×50 = 2500.
(sedangkan 60×60 = 3600, terlalu besar).

Karena satuan dari 3364 adalah 4 maka satuan dari akarnya adalah 2 atau 8. Dalam hal ini kita memilih 8. (Mengapa?)

Jadi kita peroleh jawaban 50+8 = 58.

4. Dan lain-lain. Tentu masih banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menghitung akar kuadrat. Teruslah berkreasi. Temukan cara yang paling sesuai untuk anak Anda.

Bagi siswa-siswa APIQ, materi menarik akar kuadrat termasuk materi yang sangat disukai. Menarik akar tampak seperti sulit. Tetapi begitu paham caranya ternyata sangat mudah. Apa lagi bila belajarnya sambil bermain. APIQ juga mengembangkan cara menarik akar pangkat 3 (akar kubik) yang asyik.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Buku Permaianan Matematika Kreatif APIQ

Saya sedang menyiapkan buku APIQ berikutnya yang membahas permainan matematika kreatif APIQ.

Mohon dukungan dan doanya.

Semoga sukses untuk kita semua…!

Salam hangat….

Pendengar Aktif

Baru satu atau dua kata saya bercerita, Dul sudah menanggapi dengan satu atau dua kalimat. Berlanjut lagi dengan satu atau dua paragraf dari Si Dul.

“Diam…dulu Dul!” tegur Kak Ahya.

Si Dul tidak peduli. Si Dul terus menceritakan imajinasinya yang terpicu oleh satu atau dua kata cerita saya.

“Dul…kita itu akan mendengarkan cerita dari Ayah. Makanya diam dulu!” Kak Iva ingin menegur.

Dasar Si Dul, terus saja ia bercerita dan bercerita.

“Hahaha…Dul…Dul…Dul…kamu itu memang anak kreatif. Kakak-kakak kamu itu juga kreatif. Dulu waktu mereka seumurmu juga seperti kamu,” sela sang Ayah, saya maksudnya.

Seorang anak – atau manusia dewasa – yang mendengarkan kisah tidak akan pasif. Otak mereka aktif memproduksi berbagai macam imajinasi. Cerita adalah sekedar pengantar. Tetapi kreativitas dalam imajinasi anak-anak kita ini menjadi jauh lebih penting lagi.

Saya dan Tim APIQ menciptakan berbagai macam cerita. Salah satu cerita yang menyentuh adalah petualangan TUAN SATria yang berhasil menyapu medali emas dalam lomba panah tiga tahun berturut. Kemudian perjumpaan – dan cinta – TUAN SATria dengan PUtri LUHAN. Berlanjut dengan kisah tiga anak kembar.

Cerita di atas adalah sekedar cerita. Tetapi imajinasi kreatif anak-anak kita akan menjadi tumbuh sumbur. Belum lagi sebagai bonus dari cerita di atas adalah anak-anak menjadi dapat berhitung cepat pangkat 3 (kubik) secara langsung.

Alur cerita TUAN SAT dengan PUTri LUHAN adalah algoritma aritmetika berhitung cepat pangkat tiga (kubik). Jadi anak-anak belajar berhitung cepat pangkat 3 melalui permainan cerita kreatif.

Kisah dan algortima ini juga merupakan salah satu – dari beberapa – inovasi APIQ di bidang pembelajaran Matematika Kreatif. Semoga bermanfaat.

Mari kita majukan pendidikan Inodensia…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)