Antara Kesalahan Malaikat dan Kebenaran Iblis

Terjadi dialog penting pada jaman dahulu kala.

“Aku akan ciptakan manusia sebagai pemimpin di bumi.”
“Apakah Tuhan akan menciptakan manusia yang kerjanya hanya berperang saling menumpahkan darah?” para malaikat mengajukan keberatan.

“Wahai malaikat, coba sebutkan nama-nama benda-benda itu semua!” perintah Tuhan.
“Maha Suci Engkau Tuhan… Kami tidak mengetahui apa pun kecuali apa-apa yang telah Engkau ajarkan,” para malaikat mengakui kesalahan dan kelemahannya.

“Hai Adam – manusia pertama -, coba kau sebutkan nama-nama benda-benda itu semua,” perintah Tuhan.

Dengan lancarnya, Adam menyebutkan semua nama-nama benda tersebut.

Kemudian Tuhan memerintahkan para penghuni surga untuk memberi penghormatan kepada Adam dengan bersujud. Para malaikat langsung bersujud menghormat Adam.

Tetapi para iblis, yang telah lama menghuni surga, tidak mau bersujud kepada Adam. Iblis berargumentasi,

“Kami tidak mau bersujud kepada Adam. Engkau ciptakan Adam dari tanah. Sedangkan Engkau ciptakan kami dari api.”

Argumentasi iblis memang benar. Mereka tercipta dari api sedang Adam tercipta dari tanah. Iblis berpikir bahwa api lebih mulia dari tanah. Seharusnya Adam yang bersujud kepada iblis bukan sebaliknya, pikir iblis.

Iblis tetap membanggakan asal ciptaannya yang dari api. Meski pun pembangkangan itu menyebabkan sang iblis harus terusir dari surga. Iblis tetap sombong.

Ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas. Bagi saya, pelajaran yang terpenting adalah malaikat saja bisa salah apa lagi kita manusia. Tetapi kehebatan malaikat, mereka mau segera memperbaiki kesalahannya itu. Salut untuk para malaikat.

Saya sendiri selama merintis dan mengembangkan APIQ pasti banyak kesalahan – sengaja atau tidak. Mohon kiranya teman-teman memberi maaf kepada kami. Dan mohon dukungannya agar kami, APIQ, dapat terus memperbaiki diri sehingga dapat memberi manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

Pelajaran kedua, kebenaran tidak sepantasnya mengarah ke kesombongan. Iblis sendiri benar dengan argumennya bahwa ia tercipta dari api. Tetapi kesombongan iblis membuatnya terjerumus kepada tindakan yang salah – tidak menghormati Adam.

Saya di APIQ senantiasa konsisten membela kebenaran. Bagaimana pun kami berlindung kepada Tuhan dari tindakan sombong – sebagaimana kesombongan iblis. Semoga kita selalu dapat saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. “Tuhan…lindungilah kami dari tindakan-tindakan yang tidak terpuji.”

Pelajaran ketiga, kesalahan dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketika sadar bahwa hal itu salah maka segeralah memperbaiki diri. Malaikat segera memperbaiki diri. Tetapi iblis justru tidak memperbaiki diri. Iblis malah mengumbar argumen membela diri.

Di APIQ, tentu kami pernah melakukan kesalahan. Kami berkomitmen untuk segera memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Kami menjadikan setiap temuan adalah peluang inovasi memperbaiki diri. Sehingga moto APIQ adalah Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif.

Saya sendiri menulis blog selalu terbuka terhadap masukan-masukan dari siapa saja. Semangat saya adalah untuk menerima berbagai masukan dari segala arah. Masukan-masukan inilah yang semakin membantu inovasi-inovasi APIQ.

Mari bulatkan tekad untuk memajukan pendidikan Indonesia…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

2 responses to “Antara Kesalahan Malaikat dan Kebenaran Iblis

  1. Ping-balik: Antara Kesalahan Malaikat dan Kebenaran Iblis « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

  2. ada satu lagi pak Angger malaikat tidak bisa menjawab karena tidak diajarkan sedangkan Adam di ajarkan, oleh karena itu carilah ilmu dan jangan sombong, belajarlah dari Apiq pasti jago matematikanya tapi jangan sombong biar matematika yang diajarkan oleh Apiq lebih berguna. Ayo maju terus Apiq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s