Meraih Keberuntungan dan Sukses SPMB 2008 (SNM PTN)

”Anak SD pun dapat lulus SPMB!”
”Ah….tidak mungkin. Bagaimana caranya?”
”Semua soal SPMB pilihan ganda kan? Anak SD itu tinggal pilih jawaban (tanpa baca soal). Ternyata keberuntungan sedang berpihak padanya. Akhirnya dia lulus deh ke perguruan tinggi idaman.”
”Pasti Bapak hanya mengarang, berkhayal?”
”Memang. Tapi ada kan, peluang anak SD lulus SPMB?”

Saya mengamati sebagaian besar anak (siswa SMA) takut menebak jawaban SPMB (menembak). Mengapa? Karena penilaian SPMB menggunakan sistem minus. Bila sebuah jawaban salah, maka ia akan membuahkan nilai minus atau pengurangan.

Tetapi kita perlu mencermati bahwa sistem minus di SPMB bukan lah sistem minus seimbang. Maksudnya salah dan benar dalam menjawab tidak mendapat nilai yang seimbang. Jawaban benar mendapat poin 4 sedangkan jawaban salah mendapat poin minus 1 (dikurangi 1). Tidak menjawab mendapat nilai 0.

Jika ingin sukses SPMB, kita harus memanfaatkan sistem penilaian ini dengan cerdik. Siswa-siswa yang lulus SPMB ke perguruan tinggi idaman, tidak hanya pandai. Tetapi mereka beruntung. Mungkin mereka memang pandai dan beruntung. Mungkin saja mereka hanya beruntung (tidak pandai). Tetapi tidak mungkin mereka hanya pandai tanpa beruntung. Jadi faktor keberuntungan (nasib) lebih menentukan dalam lulus SPMB dari faktor penguasaan ilmu. Benarkah begitu?

”Jangan begitu! Yang terbaik adalah belajar dan beruntung.”
”Belajar saya bisa Pak. Tapi bagaimana agar bisa beruntung?”
”Ada caranya. Pertama pahami dan gunakan ilmu peluang dan statistik!”
”Maksudnya?”

Sistem penilaian SPMB: benar poin 4 (kali 4) dan salah minus 1 (kali -1). Anggaplah soal dan kunci jawaban SPMB adalah sistem random (acak). Maksudnya, seperti kita akan melempar dadu. Maka mata dadu yang muncul adalah acak. Semua mata dadu (1,2,3,4,5,dan 6) memiliki peluang sama untuk muncul. Masing-masing memiliki peluang 1/6.

Ilustrasi; Jika melempar mata dadu sebanyak 6 kali, maka peluang muncul mata dadu adalah masing masing satu kali 6 x 1/6 = 1. Tetapi kan tidak selalu begitu? Benar, tetapi itulah ilmu peluang.

Coba kita melempar dadu 600 kali. Maka kita akan memperoleh data, masing-masing mata dadu muncul sebanyak 1/6 x 600 = 100 kali. Masuk akal kan? Mungkin tidak selalu tepat = 100. Tetapi pasti akan mendekati 100.

Dalam SPMB ada 5 pilihan jawaban (A,B,C,D, dan E). Peluang masing-masing pilihan jawaban benar adalah 1/5 atau 20%. Betul?

Jika Anda mengisi jawaban 50 soal SPMB secara acak, berapa nilai Anda?
Peluang kita benar adalah 1/5 atau 20%. (1/5 x 50 soal = 10 soal)
Benar mendapat poin 4. Maka 10 soal benar x 4 poin = 40 poin.

Peluang kita salah adalah 4/5 atau 80%. (4/5 x 50 soal = 40 soal)
Salah mendapat poin minus 1. Maka 40 soal x (-1) = – 40 poin.

Jadi total nilai kita adalah 40-40 = 0.

Sama saja dengan tidak menjawab sama sekali, nilai kita = 0.

Tetapi ada perbedaan. Dengan tidak menjawab sama sekali, pasti kita memperoleh nilai 0. Dengan menjawab secara acak, peluang kita secara statistik juga akan memperoleh nilai 0. Di sini, nasib keberuntungan dapat berperan. Jika Anda beruntung, Anda dapat meraih nilai di atas 0. Tetapi bila sedang bernasib buruk, maka akan memperoleh nilai minus.

Bagaimana pendapat Anda?

Mari kita ilustrasikan situasi yang sedikit berbeda. Karena kita sudah belajar beberapa materi SPMB, kita menguasai sebagian soal itu. Misalnya dari 5 pilihan jawaban kita yakin pasti jawaban E salah. Jadi hanya ada 4 pilihan jawaban yang benar (A,B,C, dan D).
Misalkan juga ada 20 soal yang seperti ini. Lalu kita menjawab semuanya dengan acak. Berapa nilai yang kita peroleh?

Peluang kita benar adalah ¼ atau 25%. (1/4 x 20 soal = 5 soal)
Benar mendapat poin 4. Maka 5 soal benar x 4 poin = 20 poin.

Peluang kita salah adalah ¾ atau 75%. (3/4 x 20 soal = 15 soal)
Salah mendapat poin minus 1. Maka 15 soal x (-1) = – 15 poin.

Jadi total nilai kita adalah 20 – 15 = 5.
Kita memperoleh nilai positif 5. Kita untung. Dalam situasi seperti ini mestinya kita berani menjawab soal. Bukankah begitu?

Bagaimana pendapat Anda?

Situasi yang sering terjadi adalah siswa sudah tahu pasti hanya ada 2 jawaban yang mungkin benar. Misalnya hanya A atau B yang mungkin benar. Sedangkan C, D, dan E sudah pasti salah. Apa yang harus kita lakukan?

Misalnya ada 8 soal dalam situasi seperti ini.

Peluang kita benar adalah ½ atau 50%. (1/2 x 8 = 4 soal)
Benar mendapat poin 4. Maka 4 soal x 4 poin = 16 poin.

Peluang kita salah adalah ½ atau 50%. (1/2 x 8 = 4 soal)
Salah mendapat poin minus 1. Maka 4 soal x (-1) = -4 poin.

Jadi total nilai kita adalah 16 – 4 = 12 poin.

Kita untung besar dengan menjawab soal yang semacam ini. Jangan takut dengan sistem minus. Secara statistik (dan peluang) kita akan memperoleh keuntungan.

”Itu kan statistik. Bagaimana jika jawaban yang kita tebak ternyata salah semua. Kan jadi minus semuanya?”
”Jika demikian….memang nasib buruk sedang menimpa. Kasihan….”
”Adakah cara agar kita bernasib mujur dalam SPMB?”
”Tentu ada. Pertama, berbuatlah baik kepada sesama. Kedua dan yang lainnya kita diskusikan di lain kesempatan aja ya…”

Selamat berjuang…

(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

One response to “Meraih Keberuntungan dan Sukses SPMB 2008 (SNM PTN)

  1. selamat berjuang melawan kebodohan😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s